Selasa, 21 Februari 2017

Rekomendasi Buat Hunting Foto Restourant di Puncak Bogor



Halo, apa kabar semuanya ?  kali ini saya akan me-review beberapa tempat rekomendasi menurut versi saya sendiri bagi kalian yang suka hunting foto, dan makan-makan khusunya di Puncak Bogor. Beberapa waktu yang lalu, saya meng-explore berbagai tempat di restaurant yang ada di Puncak, Bogor. Sebelumnya saya mencari informasi restaurant-restourant tersebut di akun instagram @bogoreatery. Akun tersebut merupakan akun informasi seputar kuliner di daerah Bogor dan sekitarnya. Kali ini saya tertarik untuk ke Puncak. Berikut adalah restaurant yang saya kunjungi.

1.      Chimory Riverside

Restourant ini sangat direkomendasikan bagi kalian yang suka kumpul bareng bersama keluarga maupun sahabat. Tempatnya yang masih alami disuguhkan dengan pemandangan sungai aliran deras di samping restaurant. Terletak di jalan Raya Puncak KM 77 Nomor 435, Megamendung. Ada 2 versi view yang bisa kalian pilih di restaurant Chimory ini, ada Chimory Riverside dengan pemandangan sungai nya. Dan Chimory on the Valley dengan pemandangan perkebunan teh. Sama saja sih, tapi view yang berbeda. Restourant ini menawarkan berbagai macam sajian menu seperti Steak, Sosis, Indonesian Food, dan oleh-oleh yang bisa kalian bawa pulang yakni jajanan khas bogor dan yang khas disini adalah susu dan yogurt langsung dari pabriknya loh. Perkiraan budget dari Rp. 35.000 – Rp. 150.000 (kalau ga salah hehe). Jarak yang ditempuh dari pusat kota Bogor sekitar 1 jam. Disarankan untuk kalian yang mengunjungi restaurant ini pada pagi hari yaa.. Jalan raya puncak selalu macet dan menggunakan sistem buka tutup 1 jalur.

"pemandangan sungai di pinggir restourant chimory river side"

 


"Chicken gordon bleu"

 "Hot Cappucino"

2.      Nicole’s Cafe
Pertama kali saya mengunjungi cafe ini benar-benar keren konsep nya. Pas di puncak. Alias, cafe ini tepat di puncak pass Bogor. Beralamat di Kampoeng Brasco – Puncak. Pas banget buat kalian yang suka hunting foto dan mengupload di instagram kamu. Direkomendasikan bagi kalian yang akan kesini pada siang hari yaa, karena pemandangannya lebih terlihat indah dengan bentangan kebun teh puncak Bogor, jika pada sore hari, biasanya berkabut dan serasa di negeri atas awan hehe. Tempat ini sejenis cafe karena menawarkan menu-menu yang ringan seperti hamburger, Lamb steak, sandwich, dan menu appetizer yang lainnya. Tempat nya yang lumayan jauh, jadi, waktu saya kesini, angkot sudah tidak lewat dikawasan ini lagi. Jadi kalau kesini bawa kendaraan pribadi ya. Untuk budget harga sekitar Rp.25.000 – Rp. 200.000.

 foto by : zomato



3.      Bavarian Cullinary Haus
Ini dia restaurant dengan konsep ala-ala Jerman nih, masih terbilang baru yang terletak di jalan Raya Puncak (1,3 KM dari toll exit). Pas banget buat kalian yang suka hunting foto ga ada habisnya motret sana-sini karena dari interior, sudut restaurant, makanan-makanannya keren banget. Restourant ini menyediakan menu ala-ala eropa seperti sosis, steak, spageti, pretzel, dan lain-lain. Menunya dari sarapan, makan siang, makan malam, sampai dessert tersedia semua kok ala-ala Eropa. Buat kalian yang ingin berkunjung kesini harus membawa kocek rupiah yang cukup banyak yaa, minimal makanan disini harga nya sekitar Rp.35.000 untuk satu buah sosis adalagi untuk menu sekeluarga seperti paket Big plattered bratwurst dengan harga Rp.200.000. saja. Restourant ini halal kok, jadi kalian ga perlu ragu untuk berkunjung kesini.






Minggu, 22 Januari 2017

Sisi Keunikan Dari Suku Sasak, Lombok



        Halo, selamat datang kembali di blogspot saya, kali ini saya akan mengiringi kalian melalui blog ini untuk berkunjung ke salah satu tempat terunik di Indonesia, yaitu Kampung Suku Sasak, di Desa Sade, Lombok. Desa Sade ini terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Perjalanan menuju desa Sade dari kota Mataram selama 2-3 jam menggunakan kendaraan mobil. Saya akan membahas Desa ini dari sisi adat istiadat pernikahan, kegiatan sehari-hari, dan lain-lain.
      Ketika saya berkunjung ke Lombok, tour guide saya, Mr. Jhonny mengatakan bahwa, orang-orang di suku sasak Lombok ini sangat unik. Dilihat dari segi adat istiadat mereka sangat kental sekali. Meskipun mereka beragama Islam, adat istiadat mereka beriringan dan sejalan.
         Misalnya tradisi pernikahan orang suku Sasak, sebelum nya ketika seorang laki-laki hendak mempersunting wanita, layaknya mendatangi kedua orang tua wanita tersebut dalam hal untuk melamar. Tetapi, untuk orang suku Sasak, hal ini justru terbalik, si pria justru tidak mendatangi si orang tua wanita melainkan membawa si wanita kabur bersama si pria. Hal ini untuk orang awam sangatlah tidak pantas, bagi mereka hal ini dikatakan sangat pantas dan sopan sehingga si pria dikatakan sebagai pria sejati untuk membawa lari si wanita. Setelah di bawa lari, mereka menikah dan akhirnya memberitahukan kedua orang tuanya masing-masing.
         Tradisi lain yang unik yakni, menarik perhatian wanita suku sasak. Awamnya, wanita tertarik dengan pria yang tampan, ekonomi yang cukup, karir yang baik, dan lain-lain. Lalu, wanita akan senang jika si pria mendatanginya dengan membawa bunga, memberikan perhiasan, dan hal-hal yang lain. Untuk orang sasak tidak, justru si pria untuk mendapatkan hati si wanita dengan cara memberikan sabun mandi. Misalkan, si pria menyukai seorang wanita dia datang untuk bertamu ke rumah wanita tersebut, si pria membawa sabun mandi untuk si wanita. Wanita akan memilih para lelaki yang pernah mendatanginya dilihat dari mewahnya harga sabun tersebut. Kata tour guide saya, Mr. Jhonny, wanita sasak menyukai sabun mandi bermerek GIV. Sabun itu sudah dianggap mewah dan mahal, sehingga si wanita mau dengan pria yang membawa sabun GIV tersebut. Unik dan sederhana bukan untuk mendapatkan hati gadis sasak ?
         Tradisi lain yang saya ketahui lagi yaitu, untuk gadis-gadis sasak yang belum menikah. Seorang gadis, dilarang menikah apabila dia belum menguasai menenun. Ketika saya berkunjung di suatu desa di Lombok untuk membeli kain Lombok, saya melihat ada anak perempuan yang masih sekolah dasar yang sedang giat nya menenun kain Lombok. Setelah saya bincang-bincang, memang mereka diwajibkan untuk menenun agar bisa menikah kedepannya. Walaupun sudah cukup umur, tetapi tidak bisa menenun, mereka dilarang untuk menikah. Selain itu juga, wanita suku sasak sifatnya pekerja keras. Wanita tangguh suku sasak ini, pekerjaan nya rata-rata adalah menenun dan mengurus rumah tangga. Mereka menenun untuk membantu perekonomian keluarga dan suami. Sedangkan suami kerja di lading sebagai petani, dan istri mengurus rumah dan menenun, setiap hari mereka lakukan seperti itu.
       Tahukah kalian bahwa, rumah-rumah di desa sade setiap sekali seminggunya, mereka melakukan pembersihan rumah dengan cara mengepel kotoran sapi di lantai rumah ? Ya, inilah yang mpaing menarik disini, sudah terkenal dan sampai sekarang masih dilakukan. Mereka percaya bahwa kotoran sapi mampu menguatkan pondasi rumah mereka. Setiap sekali seminggu, pagi hari sekitar pukul 6 atau pukul 9, mereka mengepel lantai rumah mereka dengan kotoran sapi yang baru dikeluarkan. Selain untuk menguatkan rumah mereka, ini juga untuk sebagai aroma therapi. Bau kotoran sapi membuat mereka lebih nyaman selayaknya aroma terapi pada parfum maupun bunga. Tradisi ini menarik perhatian wisatawan dari mana saja untuk penasaran melihat proses ini. Jika kalian penasaran, berkunjunglah ke Desa Sade Lombok pada saat pagi hari. Lalu, rumah adat suku sasak dimana si orang tua tidur di ruang tamu yang tidak beralaskan kasur dan bantal, hanya beralaskan tikar. Lalu, anak-anak mereka tidur di kamar masing-masing beralaskan tikar yang sederhana. Selain itu, tata letak rumah mereka juga ada kamar khusus untuk bersalin maupun untuk khitanan dibagian sudut kamar.
      Masih banyak hal-hal yang menarik yang kita pelajari dari orang-orang suku sasak, Lombok. Di zaman modern ini, mereka masih mempertahankan adat istiadat mereka dan membagikannya ke anak cucu mereka. Sangat rekomendasi sekali jika berkunjung ke desa Sade Lombok. Dan pastikan sebelum travelling, untuk mempelajari kebudayaan mereka dan jangan malu untuk berbincang dengan warga lokal yaa. (Mona)



 Desa sade, suku sasak asli
 walaupun kampung etnik, tapi masyarakatnya sudah modern

 spot foto yang di rekomendasikan sama guide, hehe

Senin, 26 Desember 2016

Prof. Topo's Class

Last Day with Prof. Topo’s class, we made something very unique ! 
Especially for our beloved Lecture...


Created by : Risma, Ponco, Buyung, Mona


Created by : Dita, Ulfa, Dito, Evan


Created by : Herla, Zebua, Vera, Winda


Created by : Ara, Nurul, Nurpas, Icha


Created by : Furqon, Jhon, Rezie


Created by : Isma, Ardo, Freddy, Nisa

Minggu, 25 Desember 2016

Beautiful Beach, Tanjung Aan, Lombok.




            This is my first journey goes to Lombok, Nusa Tenggara Barat. And this is my longest trip. I very excited when i go to Lombok Island. One of place make me falling in love is Tanjung Aan, East Lombok. My guide, Mr. Jhonny said, Tanjung Aan is a “virgin island” because the beach is very clean, still quite, and there’s no hotels building there. When i looked first. I see a heaven, blue ocean, white sand, refresh air, so comfortable. I wanna go back there with my future partner. I really enjoyed, take a photo, and see the blue ocean.
            Sorry, i still remember my last vacation hehe. So, i wanna tell you how to get closer to Tanjung Aan. From Mataram city you can go there with a car with 3 hours. During you go to Tanjung Aan, you can see the exotic place of Lombok Island. Mr. Jhonny said, getting to the east, the view is very beautiful. Don’t forget visit to Desa Sade Lombok before go to Tanjung Aan.  After arrived at Tanjung Aan, you can climbing the rock and finally until the top, you can see the beautiful blue ocean. You can't stop to take a photo. And enjoying the moment. Seriously, this is my best of my life to see a wonderfull place. Someday i will come back to Tanjung Aan. For your information, be carefull when you buying a souvenir, don't just looking without buying. Because, the seller will be angry with you. And the local people is very arrogant.